Jakarta Makin Macet, Dishub DKI Ungkap Penyebabnya

Jakarta Makin Macet, Dishub DKI Ungkap Penyebabnya

Jakarta Makin Macet, Dishub DKI Ungkap Penyebabnya

Jakarta Makin Macet, Dishub DKI Ungkap Penyebabnya

infojkt.com – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkap pemicu jalanan Jakarta jadi makin macet beberapa hari terakhir. Dia mengatakan volume lalu lintas mengalami kenaikan 5,5% di masa PPKM level 2 ini.

“(Perluasan ganjil-genap) saat ini belum. Kami terus melakukan evaluasi bahwa rata-rata kendaraan harian. Saya bacain ya datanya,” kata Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022).

Syafrin membandingkan data lalu lintas di masa PPKM level 2 periode 18 Februari-7 Maret 2022 dengan PPKM level 3. Terlihat, volume lalu lintas selama PPKM level 2 sebanyak 2,12 juta. Sedangkan di masa PPKM level 3 sebesar 1,92 juta.

“Artinya ada peningkatan pada posisi sekitar 5,5 persen,” jelasnya.

Syafrin juga mengungkap faktor penyebab kemacetan selama beberapa hari terakhir. Salah satunya, kata Syafri, banyak warga yang keluar di waktu bersamaan demi mengejar buka puasa di rumah.

“Seperti yang kita ketahui saat ini bulan Ramadan, tentu pada sore hari seluruh warga ingin buka bersama di rumah sehingga seluruh kendaraannya masuk berada di jalan pada posisi yang sama, tentu itu menyebabkan kepadatan di beberapa titik,” ujarnya.

Dia mengatakan Dishub DKI bakal menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan selama Ramadan. Selain itu, pihaknya bakal gencar menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan.

“Di beberapa titik yang berpotensi ada kendaraan parkir untuk ziarah, misalnya, itu ada petugas yang kami arahkan untuk melakukan pengaturan,” ujarnya.

“Kemudian di beberapa titik potensial itu menjadi akses utama kendaraan menuju pulang ke rumah di sana kami perkuat anggota, tentu koordinasi dengan rekan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk melakukan pengaturan secara intensif di sana,” sambung Syafrin.

Sebelumnya, situs TomTom menunjukkan tingkat kemacetan di Jakarta meningkat tinggi jika dibandingkan tahun 2019 dan 2021. Kamis (7/4), TomTom menunjukkan tingkat kemacetan di Jakarta secara live atau langsung. TomTom sendiri menyediakan traffic index ranking atau indeks lalu lintas di sejumlah kota secara rutin.

Data indeks lalu lintas TomTom berasal dari komunitas lebih dari 600 juta pengemudi yang menggunakan teknologi TomTom di perangkat navigasi, sistem dasbor, dan ponsel cerdas di seluruh dunia.

Pada 2021, TomTom menempatkan Jakarta pada posisi ke-46 di indeks lalu lintas dengan tingkat kemacetan 34%. Tingkat kemacetan Jakarta itu turun 2% dibanding pada 2020 dan turun 19% dibanding pada 2019.

Kembali soal kemacetan Jakarta yang meningkat sepekan terakhir. TomTom menunjukkan tingkat kemacetan lebih tinggi dibanding pada 2019 dan 2021. Berdasarkan grafik yang ditampilkan TomTom, kemacetan paling parah terjadi pada sekitar pukul 17.00 WIB atau 18.00 WIB. Tingkat kemacetan pada sore hari selama sepekan terakhir selalu lebih tinggi dibanding kemacetan pada pagi hari.

Berita dikutip dari news.detik.com. Bantu infojkt.com berkembang dengan share berita ini, kami berusaha untuk menampilkan berita atau informasi terupdate seputar Jakarta.

Punya berita seputar Jakarta? Mention akun sosial media kita ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: