Lima Phobia Saat Travelling
Jika kamu kerap cemas saat bepergian, kamu tidak sendirian. Ada sekitar 19 juta orang di AS yang menderita berbagai jenis fobia dan banyak di antara mereka yang merasa gelisah terhadap beberapa elemen tertentu dari traveling, mulai dari pesawat hingga keramaian. Pada dasarnya, traveling mengharuskan kita meninggalkan rumah dan berani menghadapi sesuatu yang belum kita ketahui. Jadi sebaiknya kamu bersiap untuk mengatasi rasa takut terlebih dahulu. Pelajari tentang lima fobia umum yang kerap hinggap saat traveling dan baca saran praktis tentang cara mengatasinya. (Jika kamu memiliki fobia khusus, direkomendasikan untuk berbicara terlebih dahul dengan dokter atau psikolog).
Aerophobia (Takut Terbang)
Sebagian penggemar basket khawatir terhadap ketakutan Royce White akan terbang akan membuatnya kehilangan tempat di draft NBA Juni silam. Mantan forward Iowa State ini secara terbuka telah mengaku takut melakukan perjalanan melalui udara. Di 2003 power forward Houston Rocket ini mengatakan kepada Chicago Sun-Times, “Setiap kali saya naik pesawat, saya selalu makan dengan cepat agar bisa segera menggunakan headphone dan menutup semua tirai. Saya tidak ingin melihat apa-apa, saya benci terbang, tidak ada alasan untuk pergi setinggi itu.”
Mereka yang menderita aviophobia bisa melakukan personal thrapy atau antianxiety medication. Kamu juga bisa mengunduh aplikasi sederhana seperti Flying Without Fear dari Virgin Atlantic. Strategi lain seperti meditasi atau mendiskusikan ketakutan kamu dengan awak pesawat juga bisa sangat membantu.
Zoophobia (Takut Terhadap Binatang)
Liburan kerap kali membuat kamu harus bertemu dengan binatang. Baik itu pelesir ke kebun binatang di tengah kota, berjumpa satwa liar sewaktu mendaki gunung atau bahkan tamasya melihat kawanan lumba-lumba. Untuk penderita zoophobia, pasti bakal mendapatkan banyak kesulitan saat melakukan perjalanan ke lokasi terpencil, seperti mendaki gunung. Di sana, binatang besar maupun kecil krap muncul begitu saja tanpa peringatan.
Cara mengurangi ketakutan tersebut adalah, tanamkan selalu di dalam benak bahwa serangan binatang di alam liar masuk kategori langka. Misalnya Anda takut terhadap hewan predator yang hidup di laut, ingat, bahwa kemungkinan diserang hiu adalah salah satu di anatar 11,5 juta (menurut Animal Planet). Kalau belum mempan, kamu bisa menyambangi dokter spesialis atau psikolog yang bisa membantu menghilangkan ketakutan tersebut.
Mysophobia (Takut Terhadap Kuman)
Toilet asing, nampan di belakang kursi pesawat hingga seprai hotel merupakan benda yang kerap menjadi sumber ketakutan para wisatawan penderita mysophobia. Kepada Dokter Drew dari Lifechangers, comedian penderita mysophobic, Howie Mande mengatakan, “saya membawa sendiri back lights untuk digunakan di hotel, melepas semua selimut, memesan handuk bersih dan membuat jalan sendiri karena saya tidak mau menyentuh karpet. Saya juga selalu membawa sleeping bed sendiri sehingga saya tidak perlu menyentuh tempat tidur hotel.”
Jika Mandel mengaku sangat menderita akibat gangguan obsessive-compulsive, banyak wisatawan yang mengidentifikasi ketakutannya pada tingkatan tertentu. Tapi kamu tidak perlu tidur seperti di dalam kepompong saat menggunakan sleeping bed atau menutupi karpet dengan handuk. Cukup sering-sering mencuci tangan, dan tentunya temui dokter atau psikolog.
Thalassophobia (Takut Terhadap Laut)
Thalassophobia alias takut terhadap laut bisa membuat travelers jengah. Selain malas bepergian dengan menggunakan kapal laut dan enggan berjemur ke pantai, naik pesawat yang melintasi lautan juga kerap membuat mereka panik. Banyak orang yang sukses melawan penyakit ini dengan melakukan terapi perendaman. Mereka menghabiskan berhari-hari di laut dan memaksa dirinya untuk berenang di air. Phobia seorang blogger bernama Lissa Rankin sirna setelah bertemu dengan sekelompok lumba-lumba. Dia menulis, “kawanan lumba-lumba mendekati saya, mengelilingi saya dan ada satu yang menyentuh kaki saya. Dan akhirnya rasa takut tersebut hilang.”
Mencari teman untuk berenang atau bergabung dengan grup renang juga bisa membantu mengatasi takut terhadap air. Mereka yang merasa terlalu panik untuk mencoba terapi perendaman harus mengkonsultasikannya dengan psikolog professional khusus untuk terapi phobia.
Enochlophobia (Takut Terhadap Keramaian)
Mereka yang bepergian ke lokasi wisata popular kerap menghadapi antrian panjang orang-orang, apalagi selama musim liburan. Coba saja pergi ke Menara Eiffel saat musim panas di hari Sabtu atau ke Times Square sewaktu malam tahun baru. Untuk kamu yang takut akan keramaian, kerumunan dan orang banyak salah satu cara mengatasinya adalah menghindarinya. Kunjungi atraksi wisata popular saat orang belum tiba, setelah pembukaan atau sebelum penutupan, pada hari kerja atau saat low season.
Atau ikuti saran dari Paul Dooley dari AnxietyGuru.net: Bernapas dengan teratur, kenali pola piker kamu, gunakan cara self talk yang positif, menerima situasi dan bersabar. Menurut Dooley, “jika kamu kerap mengatakan kepada diri kamu sendiri hal-hal seperti, ‘Oh Tidak,’ ‘Bagaimana Jika?’ atau pola piker negative lainnya, segera hentikan. Alihkan pikiran kamu dari hal negatif.”
Sumber: Bagscity














